radiasi hp

Cara Mengurangi Radiasi Smartphone yang Harus Kamu Ketahui

NET-Magazines.net – Dampak buruk dari penggunaan smartphone bermacam-macam, mulai dari gangguan kesehatan, bahaya radiasi yang dapat menyebabkan gangguan mental, kanker, hingga bahaya radiasi untuk ibu hamil. Penyebabnya tidak lain yaitu radiasi Radio Frekuensi (RF). Radiasi RF dapat memancarkan radiasi yang dikeluarkan oleh smartphone saat dalam keadaan aktif.

Walau sudah mengetahuinya, tetapi semua orang tidak dapat lepas dari smartphone. Lalu, bagaimana cara mengurangi radiasi pada smartphone? Berikut ini ulasannya.

Cara Mengurangi Radiasi Smartphone

Saat tidur, jangan meletakan smartphone di dekat kepala

Smartphone yang sedang aktif, tetap dapat menyebabkan pancaran radiasi meskipun sedang tidak digunakan karena masih dalam keadaan sedang mencari sinyal. Misalnya saja, pada saat kamu sedang tidur.

Oleh karena itu, jangan pernah meletakan smartphone di dekat kepala saat sedang tidur karena smartphone akan tetap memancarkan radiasi. Akan lebih baik jika smartphone dimatikan saat sedang tidur atau dapat  dijauhkan dari kasur.

Lepaskan headset saat sedang tidak digunakan

Headset yang tersambung dengan smartphone dapat mengeluarkan radiasi, terutama pada headset bluetooth. Untuk itu,kamu disarankan untuk melepas headset jika sudah tidak digunakan.

Hindari mengantongi smartphone

Seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, smartphone yang sedang aktif akan tetap dapat menyebabkan radiasi meskipun sedang tidak digunakan.

BACA JUGA  Cara Membagi Kuota Telkomsel, Manfaatkan Kuota Internet Anda Agar Lebih Optimal

Untuk itu, jangan terlalu sering mengantongi smartphone di dalam saku karena dapat memancarkan radiasi. Sebaiknya, letakan smartphone di tempat yang lebih jauh, seperti di dalam tas.

Gunakan headset saat sedang menelepon

Ketika kamu sedang menelepon, lebih baik gunakanlah headset. Karena saat sedang melakukan panggilan, smartphone akan lebih banyak mengeluarkan radiasi dari sinyal RF tersebut.

Jika hal tersebut sering terjadi, maka efek dari radiasi secara terus-menerus dapat memicu kerusakan pada jaringan otak.

Berkomunikasi lewat teks, seperti sms

Disarankan agar kamu lebih sering berkomunikasi lewat teks, seperti sms. Selain lebih murah, berkomunikasi lewat sms akan lebih aman serta terhindar dari radiasi jika dibandingkan dengan melakukan panggilan telepon. Radiasi yang diterima akan jauh lebih kecil.

 

Itulah beberapa cara untuk mengurangi radiasi pada smartphone. Seperti yang kita tahu, radiasi pada smartphone juga dapat berbahaya bagi ibu hamil. Selain gangguan pada janin, ternyata masih banyak bahaya radiasi smartphone lainnya yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil. Apa sajakah itu? Berikut ini ulasannya.

Radiasi Smartphone yang Perlu Diwaspadai oleh Ibu Hamil

Gangguan pada perkembangan otak janin

Radiasi pada smartphone ternyata dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak janin. Dampaknya memang tidak terlihat secara langsung, tetapi terdapat gangguan pada otak yang mungkin terjadi karena radiasipada  smartphone, misalnya  seperti tumor, insomnia, serta kemampuan otak yang menurun.

Bayi akan memiliki memori ingat yang cenderung rendah

Gangguan pada perkembangan janin akibat radiasi smartphone juga dapat menyebabkan bayi akan memiliki memori yang rendah. Hal tersebut sudah diujicobakan oleh Yale School of Medicine di Australia pada seekor tikus yang sudah terbukti bahwa daya ingat pada bayi tikus yang dilahirkan menjadi lebih rendah setelah terkena paparan sinar radiasi tersebut. Oleh sebab itu, jika tidak ingin anak kamu memiliki daya ingat yang rendah, jangan pernah dekatkan smartphone ke perut ketika sedang hamil, ya.

BACA JUGA  Tips dan Trik agar Smartphone Tidak Cepat Panas, Bagaimana Caranya?

Menyebabkan anak menjadi hiperaktif

Bahaya radiasi lainnya dari smartphone bagi ibu hamil yaitu dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Jika menggunakan smartphone yang terlalu lama dapat menimbulkan risiko pada tingkah laku anak. Paparan radiasi dari smartphone tenyata dapat membuat bayi menjadi lebih hiperaktif ketika sudah mulai tumbuh dewasa. Hal ini juga dibuktikan berdasarkan penelitian Yale School of Medicine pada uji coba dengan seekor tikus.

 

About administrator

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com